Catatnseorangukhty's Blog

Just another WordPress.com weblog

Mengenal Jenis Kulit Wajah dan Treatmentnya Mei 23, 2012

Filed under: keakhwatan — catatanseorangukhty @ 7:33 am
Tags: ,

Allah menyukai keindahan, menyukai keteraturan dan kerapihan. Sehingga pastilah di setiap kehidupan kita, juga harus dterapkan untuk memperindah diri dan tampil baik. Terlebih lagi bagi kaum wanita. Selama apa yang ditampakkannya itu tidak melanggar syari’at yang sudah di tetapkan, Atau dalam alqur’an sering disebut dengan tabarruj. Tulisan ini sebenarnya tidak akan membahas kaedah fiqih lebih dalam mengenai tabarruj, karena saya bukanlah ahli dibidang fiqh. Tetapi ulasan ini akan sedikit bercerita mengenai beberapa masalah yang sering menjadikan wanita / akhwat merasa kurang percaya diri dalam berpenampilan. Yups,, apalagi kalau bukan masalah seputar wajah.

Wajah, adalah bagian tubuh wanita yang menurut hadits Rasulullah boleh ditampakkan, selain telapak tangan. Karena itulah, dari wajah ini lah biasanya bermula pandangan pertama. karena untuk mengenal orang, paling tidak awal yang diperhatikan adalah wajahnya. Karena itulah paling tidak penampilan wajah juga harus di perhatikan untuk senantiasa memperlihatkan penampilan agar terlihat baik. Tidak perlulah menggunakan make up tebal dan sebagainya, wajah yang bersih dan berseri tentu akan tampak menyenangkan dilihat mata.

Nah, untuk masalah wajah ini tidak jarang para akhwat tentunya terkesan cuek dengan perawatannya, dan saking cueknya sampai-sampai sering muncul kesalahan dalam mentreatmen wajah dengan kosmetik yang digunakan. Sehingga imbasnya kulit menjadi bermasalah, muncul jerawat, kemudian berminyak, kusam saking keringnya, dan sebagainya. Dan akarnya, ternyata mereka tidak tahu sebenarnya kulit wajah setiap orang itu memiliki karakteristik yang berbeda, demikian pula treatmen yang berbeda. Misalnya kulit kering itu seperti apa dan harus apa yang dlakukan. Mengetahui jenis kulit akan memudahkan para wanita/akhwat untuk memilih kosmetik atau treatmen alami apa yang dilakukan. Saya akan mengulas sedikit tentang hal-hal tersebut,

1.Kulit Normal

Jenis kulit ini tidak kering atau berminyak. Pori-porinya terlihat, namun tidak besar. Setelah mencuci muka, kulit terasa lembut dan nyaman. Di siang hari, kulit masih terlihat bersih dan fresh.

Cara perawatan :


Cuci wajah dengan gentle foaming facial wash. Pijat wajah perlahan. Segarkan kulit dengan toner. Langkah terakhir, oleskan pelembab secara merata menggunakan jari dengan gerakan ke atas

Berikut adalah beberapa tips untuk merawat kulit normal agar tetap cantik

  1. Membersihkan kulit (mandi) dua kali sehari dengan sabun yang ringan, misalnya sabun gliserin atau sabun bayi.
  2. Bilas atau bersihkan kulit dengan benar. Pastikan membersihkan semua bekas kosmetik atau produk lain saat mandi.
  3. Lakukan toning dengan air mawar
  4. Memakai pelembab ringan untuk malam hari juga disarankan.
  5. Gunakan pelembab berbasis minyak.
  6. Gunakan masker wajah yang lembut dan tidak membuat kulit kering. Anda dapat membuat masker wajah buatan sendiri juga.
  7. Tips alami agar kulit tetap cantik juga mencakup penggunaan minyak atsiri untuk kulit normal seperti chamomile, adas, mawar, cendana, dll

2.Kulit Kering

Jenis kulit kering memiliki tekstur tipis dan mirip kertas. Ketika disentuh rasanya kering. Pori-porinya sangat baik. Setelah mencuci wajah, kuilt terasa kencang. Di siang hari, timbul kulit yang mengering menyerupai serpihan putih tipis. Kulit kering umumnya terlihat kusam, terasa kencang karena memiliki tingkat sebum rendah, dan pecah-pecah karena kekurangan tingkat kelembaban. Sebum adalah kelenjar lemak alami yang diproduksi oleh tubuh kita. Sebum membuat kulit tetap terjaga kelembabannya.

Cara perawatan :


Pilih pembersih wajah bertekstur creamy untuk menghilangkan kotoran. Diamkan beberapa saat sebelum menghapusnya dengan kapas. Basuh wajah dengan air dingin, untuk hasil akhir menyegarkan. Bubuhkan pelembab untuk menjaga kelembaban kulit wajah.

Berikut adalah tips merawat kulit kering agar tetap terlihat cantik:

  1. Kulit kering harus dirawat lebih dari jenis kulit lainnya. Kulit kering perlu pelembab dan pijatan lembut secara teratur untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengaktifkan kelenjar sebaceous (penghasil sebum).
  2. Jangan menyeka wajah jika memiliki kulit kering. Sehabis mencuci muka, lap wajah dengan lembut.
  3. Gunakan krim pelembab pada malam hari. Harap dicatat bahwa krim lebih bagus dan dianjurkan untuk kulit kering daripada lotion karena krim memiliki kandungan minyak lebih banyak.
  4. Oleskan krim atau minyak bayi setelah mandi. Ini akan membantu mempertahankan kelembaban.
  5. Tips kulit cantik di rumah termasuk mengoleskan krim susu di malam hari.
  6. Karena kulit kering cenderung keriput, gunakan krim di sekitar mata dan mulut. Kedua area ini merupakan tempat keriput cenderung muncul pertama kali.
  7. Ylang ylang, hisop, mawar, cendana, chamomile, dll adalah minyak esensial yang baik untuk mendapatkan kulit kering yang halus.
  8. Lakukan exfoliate setidaknya seminggu sekali

3.Kulit Berminyak

Tekstur kulit berminyak pada umumnya tebal dan kasar. Pori-porinya besar dan terlihat jelas. Sesaat setelah dicuci, wajah terasa nyaman dan bersih. Namun di siang hari, kulit terlihat mengkilap karena minyak yang berlebihan. Seperti namanya, kulit ini tampak sangat berminyak, cenderung berwarna belang, dan biasanya memiliki pori-pori besar. Kulit berminyak sangat rentan terhadap jerawat dan komedo karena kelebihan sekresi sebum yang bisa memerangkap kotoran sehingga membuat pori-pori tersumbat. Pori-pori tersumbat adalah pemicu masalah kulit berminyak terutama pada wajah. Wajah relatif lebih bermasalah dibanding area lain disebabkan kelenjar sebaceous yang lebih aktif.

Cara perawatan :

Pilih pembersih wajah gentle foaming facial wash. Produk ini akan mengangkat kotoran tanpa menghilangkan kelembaban kulit. Bubuhkan astringent lotion pada kapas dan sapukan merata ke wajah. Kulit berminyak pun butuh pelembab. Pilih yang bertekstur air dan ringan.

Berikut adalah beberapa tips perawatan kulit berminyak agar terlihat tetap cantik.

  1. Keuntungan terbesar orang dengan kulit berminyak adalah kulit akan mengalami masa penuaan lebih lambat. Kulit berminyak juga telah memiliki kelembaban alami yang cukup sehingga tidak memerlukan banyak perawatan.
  2. Untuk menjaga agar pori-pori tidak tersumbat dianjurkan membersihkan wajah dengan air hangat. Gunakan sabun ringan saat mencuci wajah.
  3. Setelah mencuci wajah, lap wajah dengan lembut menggunakan handuk.
  4. Gunakan krim atau lotion yang bukan berbasis minyak. Menggunakan produk berbasis minyak hanya akan membuat kulit semakin berminyak.
  5. Gunakan toner atau astringent berbasis aseton. Aseton dapat membantu menghilangkan minyak pada kulit.
  6. Lakukan exfoliate dua kali seminggu agar kulit tetap cerah dan halus.
  7. Masker buatan sendiri atau masker berbasis lumpur/tanah liat baik untuk kulit berminyak karena dapat menyerap minyak berlebih.
  8. Cedarwood, sage, juniper, cemara, bergamot, dan kemenyan adalah minyak esensial yang baik untuk kulit berminyak

4.Kulit Kombinasi

Apakah kulit agak kering dan agak berminyak di beberapa area? Berarti masuk kategori kulit ini. Biasanya bagian pipi kering, sementara di area kening dan hidung berminyak di siang hari. Wanita umumnya memiliki jenis kulit ini.
Kulit kombinasi merupakan jenis kulit yang umum dimana pemiliknya harus menghadapi kulit kering maupun berminyak. Area dagu, tengah dahi, dan juga bagian pipi, semuanya memiliki kelenjar minyak yang lebih banyak daripada bagian lainnya dari wajah, dan oleh sebab itu akan cenderung lebih berminyak dan mungkin akan lebih sering berjerawat dibandingkan area-area lainnya. Pada saat yang bersamaan, area wajah yang kekurangan kelenjar minyak dapat mengering dan bersisik. Masalah timbul ketika kulit kombinasi diberi perawatan dengan menggabungkannya seolah-olah kulit tersebut merupakan satu jenis kulit saja. Banyak bahan-bahan yang cocok untuk bagian T (bagian sepanjang dahi turun ke bagian hidung dimana kebanyakan kelenjar minyak aktif pada wajah kebanyakan terletak) tidak akan membantu area-area seperti di pipi, mata, atau pun dagu yang lebih kering, begitu pula sebaliknya. Seringkali dibutuhkan produk-produk yang terpisah untuk menghadapi jenis kulit yang berbeda-beda di wajah . Penyebabnya adalah, jenis kulit yang berbeda, walaupun pada satu wajah yang sama, harus diperlakukan secara berbeda untuk membuatnya terasa dan terlihat lebih baik. Setelah menerima hal ini dan menyesuaikannya dengan rutinitas, kulit kombinasi dapat dibuat menjadi seimbang, paling tidak sampai dimana produk yang tepat mengizinkan! Pada kenyataannya, “seimbang” merupakan kata kunci yang harus diingat ketika berhadapan dengan kulit kombinasi. Sasarannya adalah untuk memberikan kulit baik yang berminyak maupun yang kering dengan produk yang tepat dengan kebutuhan spesifik untuk jenis-jenis kulit tersebut.

Aturan mendasar untuk semua jenis kulit dimana harus memperlakukan kulit secara lembut juga berlaku disini, bahkan mungkin harus lebih lembut lagi. Menggunakan produk perawatan wajah yang terlalu kasar atau mengiritasi kulit pada area-area yang lebih kering hanya akan memperburuk kondisi alamiah kulit kombinasi. Produk-produk tersebut akan membuat area yang kering menjadi semakin kering serta menciptakan penampakan permukaan yang kasar dan memerah pada area yang lebih berminyak. Di samping itu, memperlakukan kulit dengan kasar tidak akan memperbaiki ataupun meningkatkan kondisi kulit berminyak dalam cara apapun.

Cara perawatan :

Di pagi hari gunakan foaming facial wash untuk membersihkan wajah. Di malam hari ganti pembersih dengan krim pembersih untuk melembabkan area kulit wajah yang kering. Dengan demikian keseimbangannya terjaga. Gunakan astringents area berminyak, dan penyegar di area kering. Oleskan pelembab secara merata ke seluruh wajah, fokuskan pada area yang kering.

Berikut adalah beberapa tips perawatan kulit kombinasi agar terlihat tetap cantik.

  1. Cuci wajah  menggunakan pembersih wajah yang lembut dan dapat larut dengan air yang tidak akan membuat kulit terasa kencang atau kering. Kebanyakan kulit kombinasi cocok dengan pembersih yang berbahan dasar air atau pembersih yang berbusa lembut.
  2. Hindari sabun atau pembersih batangan jenis apapun, tak peduli seberapa pembersih tersebut dinyatakan lembut ataupun tanpa residu. Bahan-bahan pembuat pembersih ataupun sabun batangan tetap berbentuk batang dapat menyumbat pori-pori, dan bahan yang ada pada pembersih batangan akan selalu jauh lebih mengeringkan.
  3. Bila cenderung memilih menggunakan toner, dapat menggunakannya ke seluruh wajah bila toner tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang membuat bagian kulit yang berminyak terasa licin ataupun lengket. Toner berbahan dasar air dan gliserin merupakan toner yang ideal, tetapi pastikan toner tersebut juga mengandung banyak antioksidan, bahan-bahan pengikat air, dan bila dapat diterapkan, bahan-bahan yang cell-communicating (dapat berkomunikasi dengan sel).
  4. Tabir surya harus digunakan setiap hari sepanjang tahun. Pastikan tabir surya tersebut mengandung salah satu dari bahan-bahan pelindung dari UVA berikut ini: titanium dioxidezinc oxide, atau avobenzoneFoundation danpressed powder yang mengandung tabir surya sangat tepat bagi jenis kulit kombinasi untuk menghindari perlunya menggunakan pelembab dan tabir surya di seluruh wajah.
  5. Kelupas dan perbarui kulit dengan menggunakan produk-produk yang mengandung Beta Hydroxyl Acid(BHA/salicylic acid) secara teratur. BHA tidak hanya mengelupas permukaan kulit, tetapi juga mengelupas bagian dalam pori-pori untuk memperbaiki bentuk dan fungsinya.
  6. Rawatlah area wajah yang kering (termasuk area mata) dengan menggunakan pelembab yang mengandung antioksidan, bahan-bahan pengikat air, dan bahan-bahan yang menyerupai struktur dan fungsi kulit yang sehat. Penggunaan bahan-bahan teknologi paling mutakhir tersebut dapat memperbaiki kondisi kulit kering. Pastikan produk yang  dibeli dikemas dalam wadah yang kedap udara dan padat (tidak menggunakan toples) untuk menjaga antioksidan tersebut tetap stabil.
  7. Jika yang dicemaskan adalah kerusakan kulit akibat sinar matahari atau timbulnya kerutan di wajah (kebanyakan orang jarang menghindari dan melindungi kulit mereka dari sinar matahari), gunakanlah produk yang mengandung tretinoin (Retin-A, Renova, Avita, dll.) ke dalam rutinitas malam hari. Tretinoin merupakan bahan yang cell-communicating, yang dapat menciptakan sel-sel baru yang sehat. Produk-produk yang diresepkan ini tersedia dalam berbagai bahan dasar sehingga dapat memilih tekstur (gelcreamlotion) yang paling tepat untuk kulit.

5.Kulit Sensitif

Jenis kulit ini dapat teriritasi dengan mudah. Reaksi yang ditimbulkan adalah gatal-gatal, atau kulit terbakar. Setelah mencuci wajah, kulit terasa kering dan gatal di beberapa area. Di siang hari kulit kering dan kemerahan.

Cara perawatan :

Jangan gunakan facial wash atau sabun untuk mencuci wajah. Pilih lotion pembersih hypoallergenic. Gunakan pelembab untuk menguatkan kulit dan mempersiapkan penghalang untuk iritasi kulit. Pilih pelembab yang tak mengandung pewangi untuk menghindari iritasi.

Nah, itu tadi sekilas tentang jenis kulit wajah, silahkan di cek jenis kulit apa yang akhwatifillah puna so jangan sampe salah pake treatment agar kulit tidak rusak dan bermasalah.

Selamat mencoba ^^

 

Persiapan dalam Pernikahan Mei 7, 2012

Filed under: Munakahat — catatanseorangukhty @ 9:32 am

Allah menyukai keteraturan, dalam segala hal. Karena itu lah, hidup manusia juga harus penuh dengan keteraturan. Untuk mewujudkan hidup yang teratur tentunya sangat dibutuhkan adanya perancanaan yang matang. Merancanakan hidup dimulai dengan merancang targetan hidup, dengan detil dan jelas, kemudian di deferensiasi menjadi sebuah targetan tahunan, bulanan dan akhirnya harian. Alangkah kompleksnya membuat sebuah rancangan hidup, tentang cita-cita, pekerjaan bahkan tentang pernikahan.

Untuk ulasan kali ini saya akan sedikit menguls mengenai perencanaan pernikahan. Menurut saya, pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Kenapa? karena pernikahan merupakan pintu gerbang seseorang untuk membuat dunia baru dalam sebuah keluarga yang akan dibangunnya, untuk membuat sebuah peradaban baru. Hal itulah yang mengakibatkan perencanaan dalam pernikahan amat sangatlah penting. Bagi saya, merencanakan pernikahan bukan hanya merencanakan aqad dan walimatul ‘ursy , melainkan jauh lebih  dari itu. Karena perencanaan pernikahan adalah dimulai dari persiapan diri sendiri, persiapan keluarga, persiapan finansial dan persiapan bersama calon pendamping akan sebuah visi misi dan goal setting sebuah keluarga itu dibuat.

Memang kelihatannya sangat rumit, tapi ya begitulah kiranya, ketika kita mengingnkan terjadinya sebuah peradaban yang madani. Ibarat kata orang bijak, segala sesuatu yang dipersiapkan saja masih sering jauh dari harapan apalagi seuatu yang tidak di rencanakan. Terlebih ini mengenai kehidupan, dan keberlangsungan generasi kita selanjutnya. Ingin dibuat biasa sajakah generasi kita mendatang? atau ingin menjadi luar biasa? hal itu salah satunya dipengaruhi oleh perencanaan pernikahan yang kita buat.

1. Persiapan Diri Sendiri 

Persiapanm diri sendiri yang dimaksud disini adalah dengan mempersiapkan kapasitas diri untuk menikah. Menikah itu bukan hanya menjalani bhidup dengan orang lain tidak hanya satu atau dua minggu saja, melainkan selamanya. Sehingga perlu danya perbaikan diri terus menerus. Masih ingat ketika dalam sebuah Ayat di jelaskan bahwa ” Orang yang baik adalah untuk orang yang baik, dan orang yang buruk adalah untuk orang yang buruk pula. (QS. Annur : 26 ) berdasarkan ayat diatas sudah jelas barang siapa yang menginginkan mendapatkan pasangan yang baik tentunya dia harus menjadi lebih baik lagi, karena itulah sebelum jodoh datang maka perbaikilah dirimu secara terus menerus, baik dalam hal keilmuan, ibadah maupun amalan-amalan sehari-hari kita.

Selain memperbaiki diri, tentunya persiapan kita haruslah juga dengan peningkatan keilmuan. Mengapa karena orang tidak akan bisa lebih baik lagi tanpa memiliki ilmu yang lebih banyak. Terlebih lagi dalam kehidupan berumah tangga, seperti ilmu mendidik anak, bagaimana menjadi suami/istri yang baik, bagaimana mengelola keuangan, atau mungkin bagi para perempuan yang belum bisa memasak, perlu membiasakan diri di dapur untuk memasak, kandungan gizi seimbang bagi keluarga dan sebagainya yang kesemuanya itu tentu akan terlaksana secara maksimal jika kita memiliki ilmunya.

Persiapan ma’isyah dan persapan materi untuk keluarga bagi laki-laki. Hal ini sangatlah penting. Karena di jaman yang serba materialistis sekarang hampir setiap orang tua pasti akan menyerahkan anak gadisnya untuk disunting oleh laki-laki yang sudah berpenghasilan layak, paling tidak bisa menghidupi anak gadisnya dan cucunya kelak.

Persiapan mental untuk laki-laki dan perempuan. Jika perbaikan diri, peningkatan ilmu, ma’isyah dan persiapan materi sudah dipenuhi maka yang pungkasan diantara semuanya adalah persiapan memtal. Karena pernikahan bukanlah apa yang seperti digambarkan dalam cerita-cerita dongeng putri dan pangeran, melainkan pernikahan jauh lebih kompleks dari itu. Kesiapan mental untuk bisa saling memahami, menurunkan ego masing-masing, menghadapi permasalahan dan harus berdua dalam penyelesaiannya, harus sangat matang. Karena menurut penelitian, bahwa tidak sedikit pernikahan itu kandas di usia-uisia muda perkawinan yaitu sekitar 5 tahun pertama, karena di masa-masa inilah pribadi ini sedang melakukan adptasi sifat, kebiasaan dan kerjasama antara pasangan. Jika mental tidak dipersiapkan dari awal, maka belum tentu seseorang akan siap mental menghadapi permasalahan – permasalahan yang kompleks dalam pernikahan.

Yang terpenting diantara semua persiapan diri adalah persiapan rukhiyah. Banyak memohon kepada Allah agar dipertemukan jodoh yang baik, yang bisa membawa kita selalu dekat dengan Nya, selalu bisa berguna bagi orang lain dan bisa di ajak berjuang untuk mencegah kemungkaran dan mengajak kepada kebaikan

2. Persiapan Keluarga

Persiapan keluarga yang saya maksudkan disini adalah persiapan dengan adanya pengkomunikasian dengan orang tua. Hal ini penting, ini terkait dengan seperti apa pernikahan yang kita inginkan, seperti apa kriteria calon yang kita harapkan dan metode apa yang akan kita gunakan dalam memilih pasngan (red : pacaran, ta’aruf, minta di jodohka, mencari sendiri dan sebagainya).

Jika hal-hal tersebut sudah dikomunikasikan dari awal dengan pihak keluarga, terutama orang tua, maka hal-hal yang terkait dengan ketidak setujuan orang tua dengan apa yang kita inginkan akan terkurangi. Karena terlebih dahulu dari jauh-jauh hari kita telah membuat kesepakatan dengan orang tua tentang kehidupan pernikahan yang akan kita jalani. Apa yang diinginkan orang tua, apa yang kita inginkan bisa kita share dan kita combine. Dan tidak akan ada lagi cerita tentang tidak adanya restu orang tua atau kekecewaan orang tua dengan jalan yang kita ambil dalam pernikahan kita

3. Persiapan Visi dan Misi Pernikahan

Nah, ini yang paling penting membuat Visi dan Misi pernikahan. Kenapa harus? hal ini sudah saya sampaikan di awal bahwa untuk membuat sebuah keluarga yang baru dengan pernikahan yang ideal tentu kita harus membuat perencanaan mau dibawa kemana keluarga yang akan dibangun. Ingin di create seperti apa anak-anak kita nantinya. Itu harus di fikirkan. Dan paling tidak harus dimiliki oleh masing – masing individu baik itu laki-laki maupun perempuan. Agar nanti bisa di share ke calon masing-masing sehingga akan terwujud visi dan misi saling melengkapi satu sama lain

Selain itu, visi dan misi ini juga bisa di jadikan parameter dan kriteria calon sepertii apa yang kita inginkan. Paling tidak, calon yang kita inginkan itu nantinya adalah sosok yang bisa menjadikan visi kita terlaksana dengan kehadirannya.

4. Persiapan Materi dan Finansial

Bagi laki-laki persiapan finansial ini tentunya wajib. Namun saya tidak sepakat jika yang mempersiapkan finansial hanyalah laki-laki. Wanita juga sebaiknya mempersiapkan hal ini. Mengapa? karena biasanya di tahap awal pernikahan adalah adanya sebuah perintisan dan ibarat bayi maka dia sedang belajar berjalan atau pada posisi merangkak. Karena itulah saling sokong menyokong antara pihak laki-laki dan perempuan terkait dengan persiapan materi dan finansial tentunya akan menjadikan proses merangkak atau belajar berdiri ini semakin cepat. Dan justru biasanya proses-proses inilah yang akan meningkatkan keharmonisan dan keutuhan sebuah pernikahan. Karena akan timbul perasaan kerjasama antara keduanya

5. Proses pencarian pasangan

Alangkah indahnya bila proses pencarian pasangan ini berdasarkan dengan syari’at islam. Cukup ta’aruf dan no pacaran. Karena, saya pernah mendengar dari ustad Salim A Fillah dalam sebuah ceramah beliau, bahwasanya anak itu ternyata di bentuk sejak awal bertemunya sang ayah dan sang ibu atau bisa di sebut dengan saat perkenalan. Jika perkenalan antara kedua orang tuanya baik, maka baiklah anak tersebut dan sebaliknya. Sehingga tarbiyah anak itu tidak hanya di awali saat dalam kandungan saja, melainkan saat proses pembuatannya juga, dalam hal ini proses ta’aruf.

Seperti dalam ulasan saya di atas, untuk menentukan pasangan hidup ini Rasulullah sudah bersabda bahwa yang menjadi pilihan utama dalam pencrian pasangan adalah agamanya. Baru setelah itu yang lainnya. Kalau saya pribadi yang menjadi penentu yang ke dua adalah visi hidupnya, sejalankah dengan kita? bisakah orang tersebut menjadi penyokong visi hidup kita atau tidak.

Dalam pencarian pasangan ini perlu saya tekankan adalah benar-benar terjadinya tukar menukar pandangan mengenai visi hidup. Dan akan lebih baik jika pemyampaian share itu haruslah secara rigid. Mulai dari akan tinggal dimana, bagaimana dengan istri yang bekerja, akan merencanakan anak seperti apa? Pendidikan anak seperti apa dan lain sebagainya.

6. Proses Perencanaan Aqad dan Walimah

Untuk proses ini juga perlu di rencanakan dengan baik, terutama dengan pihak keluarga masing-masing. kenapa? karena tidak menutup kemungkinan gagalnya sebuah proses awal pernikahan adalah tidak adanya mufakat antara keluarga calon mempeleai. Karena itulah perlunya persiapan penyampaian dan komunikasi dengan orang tua yang tidak hanya di saat akan menikah tetapi lebih baik jauh- jauh hari, agar tidak terjadi perbedaan pendapat terlalu banyak

Mungkin itu sekilas tentang Perencanaan pernikahan. Dari berbagai sumber dan dari berbagai pengalaman, jika dirasa masih kurang silahklan di share,,

Wallahu a’lam bishowab

 

Ta’aruf Vs Pacaran, Samakah ??? November 15, 2011

Filed under: Munakahat — catatanseorangukhty @ 6:11 am
Tags: , , , ,

Sedikit tergelitik, melihat sikap seorang publik figur yang baru-baru ini melangsungkan pernikahan denfan seorang artis. Dengan sedikit pemberitaan yang kontroversi di berbagai situs media, baik cetak, elektronik bahkan social media, tentang hubungan dua manusia, apa itu perbedaan antara pacaran atau ta’aruf ketika hendak menikah?

Sebenarnya samakah keduanya? atau seperti apa seseoarang dikatakan berta’ruf? apakah dengan berjalan dalam satu mobil antara laki-laki dan perempuan hanya berdua saja, dalam keadaan tidak dhorurot dikatakan sebagai ta’aruf? apakah dengan menyebut sayang atau panggilan khusus yang mengisyaratkan kepemilikan dikatakan sebagai ta’aruf. Lalu, apa bedanya pacaran dengan ta’aruf sebenarnya?

Ikhwatifillah,,

Jujur sebenarnya saya sempat tergelitik dengan pernyataan-pernyataan mengenai ta’aruf dan pacaran. Bahkan, entah harus mengatakan apa, namun opini publik tentang ta’aruf dan pacaran itu ternyata sudah terbentuk apik melalui tokoh-tokoh yang dianggap publik figur itu. Ada yang mengatakan bahwa sebenarnya pacaran itu sama dengan ta’aruf, selama pacarannya tidak melanggar norma, jalan berdua gak masalah, selama tidak berpegangan tangan atau berbuat berlebihan.Apakah sebenarnya pernyataan itu benar atau tidak? Saya akan mencoba mengulas sedikit mengenai hal tersebut.

Kita bahas dari pengertian terlebih dahulu, makna ta’aruf sebenarnya diambl dari bahasa arab, yani ‘arofa ya’rofu, yang artinya mengetahui atau mengenal. Kemudian makna tersebut dipersempit menjadi ma’na perkenalan sebelum pernikahan, dan proses perkenalannya memiliki batas-batas tertentu yang tidak melanggar syari’at dan tidak mendekati zina, biasanya ta’aruf memiliki waktu maksimal tertentu sebelum kemudian menuju tahap selanjutnya yakni khitbah. Sementara pacaran adalah istilah orang indonesia tentunya, yang merupakan satu proses mengenal antara dua orang yang (umumnya) berbedaa jenis kelamin, untuk kemudian melakukan penyesuaian-penyesuaian, namun tujuannya bermacam-macam, ada yang untuk kesenangan karena mengikuti trend, ada yang karena ingin kenikmatan hawa nafsu (seks), ada yang karena hobi, atau ada pula yang akan dibawa pada jenjang pernikahan.

Kalau kita ingin bermain logika, sebenarnya dari nama dan pengertiannya saja antara pacaran dan ta’aruf itu, jelas memiliki perbedaan, terutama dari sisi tujuan, kalau ta’aruf sudah jelas tujuannya, yakni pernikahan, sedangkan pacaran, biasanya bertujuan untuk mencari paangan yang nyaman untuk berbagi, dan jika dia ingin menuju ke jenjang yang lebih yakni pernikahan.

Lalu sebenarnya batas-batas apa saja sih yang membedakan antara pacaran dan ta’aruf?

1. Kapan dimulai
ta’aruf : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
pacaran : saat sudah diledek sama teman:”koq masih jomblo?”, atau saat butuh temen curhat, atau saat taruhan dengan teman.

2. Waktu
ta’aruf : sesuai dengan adab bertamu.
pacaran : avalaible, selama tidak ada yang komplain, bahkan semakin sering bertemu semakin baik

3. Tempat pertemuan
ta’aruf : di rumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan, dan lebih baik di tempat yang ramai, dan tidak tertutup.
pacaran : di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabri, akan lebih menyenangkan di tempat sepi, tertutup dan hanya berduaan.

4. Frekuensi pertemuan
ta’aruf : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati, dan seperlunya saja, hanya sekedar untuk mengetahui hal-hal urgent yang dibutuhkan sebelum pernikahan seputar perkenalan mereka.
pacaran : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu, kalau perlu lebih sering lebih baik, karena untuk melepas rindu. kalau tidak bisa beetemu bisa pake twitter, facebook, bbm atau sms bahka telepon.

5. Lama pertemuan
ta’aruf : sesuai dengan adab bertamu, biasanya seperlunya saja. jika sudah tidak ada urusan mendesak, lebih baik disegerakan untuk pulang.
pacaran : selama belum ada yang komplain, lanjut !

6. Materi pertemuan
ta’aruf : kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan, visi misi yang akan dibangun untuk membentuk keluarga
pacaran : cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi, atau sekedar hanya melepas rindu.Bahkan melihat fenomena kekinian, pacaran adlah salah satu sarana untuk memuaskan hawa nafsu (maaf) seks.

7. Jumlah yang hadir
ta’aruf : minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). maksimal tidak terbatas (disesuaikan adab tamu).
pacaran : calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). klo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan.

8. Biaya
ta’aruf : secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu).
pacaran : kalau ada biaya: ngapel, kalau ngga ada absent dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya di rumah aja kali ya? tapi gengsi dong pacaran di rumah doang ?? apa kata doi coba ??

9. Lamanya
ta’aruf : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu? lebih cepat lebih baik, normalnya maksimal adalah 3 bulan.
pacaran : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

10. Saat tidak ada kecocokan saat proses
ta’aruf : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan menyebut alasannya.
pacaran : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya.

Dan yang paling mendasar perbedaan antara ta’aruf dan pacaran adalah tingkat kemaksiatan yang dibuat. Ta’aruf sangat terjaga dari hal-hal maksiat larena membatasi pertemuan, membatasi komunikasi dan membatasi untuk sering berinteraksi, sementara pacaran justru memperbanyak interaksi dan komunikasi sehingga kesempatan untuk bermaksiat tentunya lebih banyak, mulai dari sekedar tatap-tatapan atau sampe ke tahap bercumbu dan free seks.

Itulah sedikit tentang perbedaan antara ta’aruf dan pacaran. Sejatinya adanya ta’aruf adalah untuk melindungi kedua belah pihak (calon suami atau istri) dari hal-hal kehinaan (mendekati zina), seperti yang tertulis dalam QS.Al-Isra : 32

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
“janganlah kamu mendekati zina, karena sesunggunya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk”

Karena sejatinya zina itu tidak hanya ketika manusia melakukan hubungan badan saja. Setiap anggota badan manusia bisa melakukan zina. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah disampaikan, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : yang artinya ” Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh kelamin.” (HR: Imam Bukhari, Imam Muslim, Ibnu Abbas dan Abu Hurairah)
Selain itu juga
“Tercatat oleh anak adam, nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, Kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan), dan hati yang berhasrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya. (HR: Bukhari)

Dari dua hadits diatas, sudah amat jelas sekali bahwa memang zina kelamin itu lah yang paling dihindari, dan sebaiknya jalan-jalan menuju kesana, yakni zina mata,tangan,telinga,kaki dan hati juga harus diminimalisir. Dan proses ta’aruf yang benar, Insya Allah adalah jalan yang benar untuk merealisasikannya.
Wallahua’lam bishawab

 

Anak Bukan Objek Eksploitasi Juni 30, 2011

Filed under: Uncategorized — catatanseorangukhty @ 6:24 pm

Sebenarnya tulisan ini adalah tulisan yang pernah dimuat di sebuah buletin kampus, tepat untuk memperingati Hari Anak Indonesia tanggal 1 juli 2011. Di tulisan ini saya prihatin melihat semakin banyaknya orang tua yang rela menjadikan anak-anak mereka mengais sesuap nasi dan menjadi tumpuan perekonomian keluarga.

Terinspirasi dari sebuah perjalanan klaten – Jogja sepulang perjalanan saya dari Semarang ke klaten mengendarai sepeda motor. Di sebuah bis ekonomi, 2 orang anak kira2 berumur 10 – 11 tahun menyanyikan 2 buah lagu yang sebenarnya bagus, tapi mungkin karena suara mereka habis untuk mengamen seharian ini, sampai ada beberapa nada yang sedikit meleset, namun saya tetap menikmatinya. 2 Lagu telah selesai mereka nyanyikan, kemudian dengan sebuah plastik bekas permen mereka mengacungkan tangan – tangan mungil mereka untuk meminta hak mereka atas hiburan yang mereka berikan. Sampailah mereka pada saya, sedikit saya berniat jail sebenarnya, namun justru akhirnya muncullah beberapa percakapan dengan mereka yang menggelikan.

Walaupun hanya sekitar 5 menit saya bercakap dengan mereka, ada banyak hal yang saya dapatkan. Setitik hikmah memang, namun lebih banyak bentuk keironisan yang terjadi. Ternyata 2 anak kecil itu sudah tidak lagi mengenyam pendidikan, ketika saya tanya kenapa? bukankah sekarang sekolah gratis? Mereka dengan polos menjawab, Kalau kami sekolah, nanti jatah uang ngamen kami berkurang, dan akhirnya kami tidak bisa makan. Lalu saya bertanya lagi, orang tua kalian memangnyatidak bekerja?
dan mereka menjawab, orang tua jamu menjadi pengemis dan pemulung, dan uangnya tidak cukup untuk membiayai makan kami sekeluarga.

Ironis memang, di jaman yang merdeka ini justru masih banyak anak-anak yang tidak memiliki kmerdekaan untuk mengembangkan potensi mereka, mengembangkan diri mereka dengan merasakan kehidupan bangku sekolah dan mendapatkan hak mereka untuk belajar dan menjadi penerus bangsa yang cerdas dan berilmu. Hanya karena himpitan ekonomi yang semakin menghimpit saja.

Data tahun 2010 diperoleh dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyebutkan, jumlah pekerja anak di dunia mencapai 200 juta. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 2,5 juta anak bekerja. Hanya perlu dicatat, kategori pekerja anak yang dipakai BPS (Badan Pusat Statistik) adalah mereka yang berumur 10-14 tahun yang aktif melakukan aktivitas secara ekonomi.

Akan tetapi, sepertinya pemerintah tidak dapat berbuat banyak, setiap kali isu – isu seperti ini di angkat kepermukaan maka kembali lagi jawabannya adalah masalah ekonomi. Padahal jelas disebutkan dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, “Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara.”

Sungguh ironis, tapi ini kenyataan yang terjadi di sekitar kita. Mereka dituntut untuk bekerja maksimal tanpa kenal waktu, tetapi mereka tidak mendapatkan perlindungan dan penghidupan yang layak. Begitu banyak peristiwa penindasan anak. Karena tidak ada satupun tindakan eksploitatif terhadap anak dibawah umur yang dapat dibenarkan. Namun, inilah yang terjadi di Indonesia, negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bahkan memiliki Undang-Undang Perlindungan Anak, tidak lagi menjamin kebebasan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan semangat membangun cita-cita mereka sebagai penerus bangsa yang dibanggakan.

Dalam hal ini, tidak hanya pemerintah yang berkewajiban untuk mencari solusi dalam masalah eksploitasi anak ini, namun kita sebagai masyarakat intelektual pun harus menemukan solusi ampuh untuk menyelesaikan permasalahan eksploitasi anak yang semakin lama semakin meningkat ini.

 

Berma’mum pada yang Masbuq bolehkah? Maret 31, 2011

Filed under: keakhwatan — catatanseorangukhty @ 9:33 am

ikhwahfillah, beberapa saat yang lalu, saya sempat berkumpul dengan beberapa akhwat di sebuah masjid. saat itu, kami berencana untuk melaksanakan shalat jama’ah. Namun, ternyata jama’ah sudah selesai dan kemudian ada ma’mum yang masbuk. Seketika itu juga, salah seorang teman saya kemudian mengambil posisi di belakang sang ma’mum masbuq tersebut untuk kemudian berjama’ah padanya. Namun, ada salah seorang teman saya yang kemudian berkata bahwa, berjama’ah dengan ma’mum masbuq haram hukumnya dan taruhannya adalah nyawa. Masya Allah mengerikan sekali saya rasa. Dan kemudian saya mengambil jalan tengah untuk membuat jama’ah baru menunggu jama’ah selesai saja.

Dalam pembahasan ini saya ingin membahas mengenai bolehkah berma’mum pada yang masbuk?

Mari kita lihat penjelasan dari ulama besar, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni yang digelari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya,

عَنْ رَجُلٍ أَدْرَكَ مَعَ الْجَمَاعَةِ رَكْعَةً فَلَمَّا سَلَّمَ الْإِمَامُ قَامَ لِيُتِمَّ صَلَاتَهُ فَجَاءَ آخَرُ فَصَلَّى مَعَهُ فَهَلْ يَجُوزُ الِاقْتِدَاءُ بِهَذَا الْمَأْمُومِ؟

“Ada seseorang yang mendapati jama’ah tinggal satu raka’at. Ketika imam salam, ia pun berdiri dan menyempurnakan kekurangan raka’atnya. Ketika itu, datang jama’ah lainnya dan shalat bersamanya (menjadi makmum dengannya). Apakah mengikuti makmum yang masbuk semacam ini dibolehkan?”

Jawaban beliau rahimahullah,

Mengenai shalat orang yang pertama tadi ada dua pendapat di madzhab Imam Ahmad dan selainnya. Akan tetapi pendapatyang benar, perbuatan semacam ini dibolehkan. Inilah yang menjadi pendapat kebanyakan ulama. Hal tadi dibolehkan dengan syarat orang yang diikuti merubah niatnya menjadi imam dan yang mengikutinya berniat sebagai makmum.

Namun jika orang yang mengikuti (yang telat datangnya tadi) berniat untuk mengikuti orang yang sudah shalat bersama imam sebelumnya (makmum masbuk), sedangkan yang diikuti tersebut tidak berniat menjadi imam, maka di sini ada dua pendapat mengenai kesahan shalatnya:

Pendapat pertama: Shalatnya sah sebagaimana pendapat Imam Asy Syafi’i, Imam Malik dan selainnya. Pendapat ini juga adalah salah salah pendapat dari Imam Ahmad.

Pendapat kedua: Shalatnya tidak sah. Inilah pendapat yang masyhur dari Imam Ahmad. Alasan dari pendapat kedua ini, orangyang menjadi makmum pertama kali untuk imam pertama (makmum masbuk), setelah imam salam, maka ia statusnya shalat munfarid (sendirian).

Lalu mengenai makmum masbuk tadi yang menyelesaikan shalatnya, semula ia shalat munfarid, ia boleh merubah niat menjadi imam bagi yang lain sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjadi imam bagi Ibnu ‘Abbas tatkala sebelumnya beliau niat shalat munfarid. Seperti ini dibolehkan dalam shalat sunnah sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas tersebut. Hal ini pun menjadi pendapat Imam Ahmad dan ulama lainnya.  Namun disebutkan dalam madzhab Imam Ahmad suatu pendapat yang menyatakan bahwa seperti ini dalam shalat sunnah tidak dibolehkan. Sedangkan mengikuti shalat makmumm masbuk dalam shalat fardhu, maka di sini terdapat perselisihan yang masyhur di kalangan para ulama. Akan tetapi, yang benar adalah bolehnya hal ini dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah karena yang diikuti menjadi imam dan itu lebih banyak daripada kedaannya shalat munfarid. Oleh karena itu, mengalihkan dari shalat sendirian menjadi imam, itu tidaklah terlarang sama sekali. Berbeda halnya dengan pendapat pertama tadi (yang menyatakan tidak bolehnya). Wallahu a’lam.

 

Demikian sajian singkat ini dari Majmu’ Al Fatawa (22/257-258). Semoga bermanfaat.


 

 

 

Postgraduate Scholarship (DAAD) To Germany ( Beasiswa Postgraduate ke Jerman 2012-2013) Maret 23, 2011

Filed under: Beasiswa — catatanseorangukhty @ 2:54 pm



The German Academic Exchange Service (DAAD) – Deutscher Akademischer Austausch Dienst – supports a range of postgraduate courses at German universities which aim at providing academically educated young professionals from Developing Countries with further specialized studies. The DAAD supports these selected programs with a certain quota of scholarships and with financial assistance for a special tutoring system. At the end of the course (programs run 12 to 36 months, depending on the particular institution) participants can obtain an internationally recognized Master’s or in some courses PhD degree.

Target group:

University teaching staff, researchers and professionals holding an academic degree and with at least two years of experience in the public or private institutions in the following areas:

  • Economic Sciences / Business Administration/ Political Economics
  • Development Co-operation
  • Engineering and related sciences
  • Mathematics
  • Regional Planning
  • Agricultural and Forest Sciences
  • Environmental Sciences
  • Public Health / Veterinary Medicine / Medicine
  • Social Science, Education and Law
  • Media Studies

See Annex for the list of selected courses (Please klick here to download the list of selected courses).

Language of instruction:

German or English, depending on the degree course:

  • Participants in postgraduate courses in which English is the language of instruction receive a scholarship for a two-month intensive German language course.
  • Participants in postgraduate courses in which German orGerman/English is the language of instruction receive a scholarship for a six-month intensive German language course. Please note that the candidates must have certain German language certificate at the time of application.

Criteria for applying:

  • Age limit: 36 years of age at the time of application (for some courses 32 years)
    For some courses, Bachelor degree should have been completed not longer than 6 years at the time of application. Concerning this matter, please directly contact the coordinator of the respective study program
  • Degree: Bachelor or Master
  • GPA: min 2,75 for Master candidates (some study programs applied GPA more than 2,75. Please see the detail on the website of each study program) and 3,00 for Doctoral candidates
  • Work experience: at least two years after completing Bachelor degree.
  • Language skill:
  • For postgraduate courses held in English request an international TOEFL (minimum score: 550 paper based, 213 computer based, 80 internet based) or IELTS (band 6). Some courses may expect a different level. For detailed information see the website of the relevant course.
  • For postgraduate courses held in German: please see the details on the course list. Certain level of German language exam may be required before admission to the course.

Information and DAAD form are available from the:

DAAD Jakarta Office
Summitmas I, Lt. 19
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 61-62
Jakarta 12190

Consultation hours: Monday – Thursday, 1:30pm – 4:00pm
Contact person: Ms. Dwi Nurlianti/Ms. Muji Rahayu
Phone: (021) 520 0870 / 525 2807
Fax: (021) 525 2822
E-mail: info@daadjkt.org

You are suggested to apply online. However you must send the printed form together with other application documents (triplicate) via post to the DAAD Jakarta Office before the deadline. The instruction on how to apply online is available here
or
if you encounter problem with internet connection during the online application, you can obtain the DAAD formhere.

Application documents (please set in the following order and DO NOT staple):

  1. 1. DAAD Form (see the above information)
  2. 2. Curriculum Vitae
    please use the Europass specimen form at here
  3. 3. A Statement of motivation for participation in the postgraduate courses with emphasis on the relevance to his/her occupation
  4. 4. Two letters of recommendation of recent date, each from supervisor at your company/institution, and from your previous academic supervisor
  5. 5. Confirmation of employment from the candidate’s employer in the home country and where possible, guarantee of re-employment upon his/her return to the home country
  6. 6. Academic Degree Certificate (certified copies of original) in Bahasa Indonesia and English/German translation
  7. 7. Academic transcript, covering the complete duration of academic studies (certified copies of original) in Bahasa Indonesia and English/German translation
  8. 8. Secondary School Leaving Certificates/ijazah SMA, including note of UAN (certified copies of original) in Bahasa Indonesia and English/German translation
  9. 9. Language certificate (see criteria for applying ‘Language skills’)
    for course held in English: TOEFL or IELTS scores
    for course held in German: please see the website of the relevant course

Important Notes (PLEASE READ THIS CAREFULLY BEFORE APPLYING):

  1. You may apply only two study programs offered by this scholarship program. Prior to the application you are strongly recommended to visit the website of the study programs of your choice. If you find information about GPA, TOEFL, application deadline, etc. that do not match the DAAD pre-requisites, you must fulfill the pre-requisites from the study program.
  2. All papers must be submitted in triplicate (1 original, 2 copies). Applications, which do not clearly specify the desired degree course, or those that are not complete in all respects, cannot be processed, and will not be considered.
  3. Only complete applications will be sent to Germany. The selection at the respected universities will be held in October 2011 until the mid of February 2012. During those times it is possible for some applicants to be contacted by the university to conduct a telephone interview.
  4. We are very strict about the deadline. If you think that you won’t be able to submit your application (the hard copy) to the DAAD Jakarta due to the application deadline (28th July 2011), please submit it directly to the chosen study program. You will find the address at their websites.
  5. Result of the scholarship: only those who are granted the scholarship will be notified via E-mail by the DAAD headquarter. You will then obtain the original scholarship documents from the DAAD Jakarta.

http://www.daadjkt.org/index.php?postgraduate-1

 

 

Menikah di Jalan Dakwah atau Menikah “numpang” Jalan Dakwah ? Maret 22, 2011

Filed under: Munakahat — catatanseorangukhty @ 4:30 am

Setelah sekian lama tidak menulis, alhamdulillah Allah memberi kesempatan lagi untuk menulis. Kali ini bahasan kita tidak akan jauh-jauh dari bahasan sebelumnya.

Tulisan ini terinspirasi dari kajian yang saya ikuti kemarin sore. Mengenai tatanan sebuah keluarga dalam islam.

Keluarga seyogyanya adaah sarana bingkai nilai dan moral. Sehinga, dari keluarga ini lah seharusnya nilai-nilai keimanan dan keislaman serta moral yang sesuai dengan syari’ah akan terbentuk dan terjaga pada diri seseorang.  Husain Muhammad Yusuf dalam bukunya Ahdaf Al Usrah Fil Islam mengawali pembahasan tentang Posisi Keluarga dalam Negara. “Sebab”, tulisnya, “Sejauh mana keluarga dalam suatu negara memiliki kekuatan dan ditegakkan pada landasan nilai, maka sejauh itu pula negara tersebut memiliki kemuliaan dan gambaran moralitas dalam masyarakatnya”.

Begitu pentingnya keluarga dalam sebuah tatanan masyarakat, karena itu lah dari awal pembentukan keluarga, tentu diperlukan cikal bakal calon ayah dan calon ibu yang baik. Dan muncul lah sebuah teori yakni Menikah di jalan dakwah.

Lalu sebenarnya seperti apakah menikah di jalan dakwah itu?

Ikhwah fillah sekalian, mengenai topik ini, dalam kajian yang saya dapatkan kemarin, saya jadi sedikit tertohok pada pernyataan sang ustadzah, yang menyindir para ikhwah yang belum menikah dengan pernyataan, menikah di jalan dakwah atau menikah numpang jalan dakwah. Ternyata banyak diantara kita yang terjebak ke dalam dua istilah tersebut. Sehingga beliau menjelaskan perbedaan dari keduanya dalam sebuah kasus.

Ada seorang ikhwan ingin menikah, kemudian beliau mengajukan proposal kepada murobbi beliau. Setelah itu sang murobbi sekilas membaca kriteria akhwat yang dicari. Beliau menanyakan pada sang ikhwan, ” antum ingin menikah dengan seorang akhwat yang hafalannya sekian sekian, betul?” sang ikhwan menjawab “iya pak, soalnya saya ingin anak saya nanti menjadi hafidz dan hafidzoh, sehingga saya ingin memiliki istri yang begitu begini”.  Kemudian sang murobbi bertanya lagi, “kalau begitu, apakah antum juga sudah menghafal ini dan itu” sang ikhwan menjawab ” sudah pak.” Menghela nafas sejenak, sang murtobbi berkata. “Sesungguhnya apa itu hakikat pernikahan bagi mu nak?” Sang ikhwan terdiam,, lalu sang murobbi kembali berkata ” Sungguh pernikahan adalah bagaimana seorang suami bisa membimbing sang istri, dimana istri adalah tanggung jawab suami. Jika kau hanya ingin menikahi orang yang sempurna bla bla bla, lalu dimana dakwah yang akan kau kembangkan bagi istrimu. Sungguh menikah di Jalan dakwah adalah bagaimana kemudian kau bisa membimbing istrimu untuk menjadi lebih baik bukan menuntut istri untuk menjadi terbaik” sang ikhwan terdiam.

Dari ilustrasi cerita tersebut, sang ustadzah kajian tersebut mengingatkan kepada para jama’ah, bahwa ternyata berbeda menikah di jalan dakwah dan menikah numpang jalan dakwah. Dia ingin menikah dengan orang2 yang sesuai dengan kriterianya yang sempurna tanpa dia ingin berusaha untuk mendidik calon istri yang akan dinikahinya. Sehingga terkesan ingin yang instan. Padahal seyogyanya adalah menikah di jalan dakwah bersama2 untuk memperbaiki diri. Selain juga harus sesuai dengan syarat fikih islam untuk menentukan pilihan hati.

Ikhwahfillah,, bukanlah melihat kesempurnaan calon suami atau calon istri yang harusnya kita renungkan untuk menyempurnakan jalan dakwah ini. Namun, tengoklah diri kita, sudah pantaskah kita mendapatkan calon yang sholeh/sholehah sementara kita masih seperti ini?

wallohua’lam bishowab