Catatnseorangukhty's Blog

Just another WordPress.com weblog

Hati-Hati Pacaran ala Ikhwan Akhwat berkedok “KOMITMEN’ Juli 9, 2010

Filed under: Munakahat — catatanseorangukhty @ 3:21 pm

Sempat membaca saran dari beberapa ikhwah mengenai artikel yang baru saja saya posting “Akhwat sekaliber diapun bisa??”.  Dan saya juga sempat membrowsing mengenai beberapa permasalahan ini.

Ikhwah fillah sekalian, mungkin sudah banyak artikel yang mengisahkan mengenai “Pacaran Islami”.  Kalau saya membaca artikel ini, saya akan sangat tertawa geli, yah jelas aja geli, mana aja pacaran islami. Nah, istilah itupun lama-lama berubah menjadi Komitmen Ta’aruf. Hmm, ga usah ngelak deh, di kalangan para ikhwah, istilah komitmen antara ikhwan akhwat yang katanya ga pacaran tapi sms sayang, yang katanya cuma ta’aruf tapi kok bilang cinta ini sudah jadi bahasan umum. Bener kan? Kalau di suruh nemuin MR biar diresmiin sekalian alasannya “duh,, belum siap masih lama lulusnya,,”, kalo diminta untuk mengakhiri hubungan mereka dalihnya proses taaruf,kadang gemes juga ta’aruf kok lama-lama. hmmm

Ikhwah Fillah semua,

Tanpa disadari, sebenarnya semua permasalahan seperti itu banyak disekitar kita. Dan biasanya akar dari masalah itu adalah ikhtilath yang kelewatan, interaksi yang kebablasan dan dalihnya adalah menjalin silaturahim. Ga ada api kalo ga ada pemantik, pastinya semua berawal dari pemantik api yang dinyalakan oleh empunya. Dan semua itu adalah etika pergaulan yang selama ini kita terapkan.

Ikhwah fillah,

Hari ini saya benar-benar tergelitik dengan sebuah blog, yang menganalogikan KOMITMEN antara Ikhwan Akhwat adalah PACARAN. Bagaimana tidak, biasanya ikhwan dan akhwat yang sudah ber”komitmen” satu sama lain, akan meganggap hubungan mereka yang seperti itu biasa-biasa aja. sms lebih dari jam 9 biasa, sms sok perhatian biasa, bahkan mungkin aja sms dengan kata “iluv u b’cz Allah” (kok tau? yah kan saya sudah pernah posting tentang kasus itu sebelumnya jadi tau,, ^^). Nah apa bedanya sama pacaran? eh ada ding, kalau pacaran kata2 I Luv u nya ga ada embel2nya Cz Allah,, hehehe,,

Biasanya sih (sepengalaman saya), ikhwan atau akhwat yang mengatasnamakan pacaran mereka dengan komitmen selalu menjadikan alasan ketidak siapan mereka untuk menikah dengan komitmen. Satu contoh ya, begini ada seorang ikhwan yang menyukai seorang akhwat, tapi mereka berdua sama – sama belum siap untuk menikah. Setelah itu si ikhwan menawarkan pada si akhwat, ” Saya akan menikahi kamu, tapi saya mau lulus dulu, bagaimana kalau kita membuat komitmen saja” ohhhh… noooooo,,,,, hati-hati dengan mulut lelaki. (ikhwan juga lelaki kan??) mudah sekali mengatakan komitmen, emang yakin dia adalah jodoh kita? emang yakin setelah lulus dia bakal menikah dengan kita? nah loe,,

Saya punya sebuah cerita..untuk jadikan pertimbangan saja ya,, (copas dari blog sebelah hehehe)

Akhwat Yang Menangis di Walimahan

Baca judulnya aja menyedihkan ya? And this the story ……….
ohya…nama2 dibawah ini ahnya rekaan saya saja

Kisah ini diceritakan oleh temanku yang menjadi ketua panitia di sebuah walimahan ikhwah. Sebut saja namanya Zahra. Dia diamanahi sebagai ketua panitia akhwat pada walimahan teman sekampusnya Aziz (si mempelai ikhwan). Akad nikah & walimahan itu sendiri diselenggarakan di rumah mempelai akhwat. Sampai pada hari H, semua pantia dan para anggota rumah itu sangat sibuk. Sebagai ketua pantia otomatis Zahra diharuskan mondar mandir dan menyebarkan pandangannya ke semua sudut untuk mengawasi para panitia akhwat.

Dan disudut ruangan itulah duduk seorang akhwat yang sejak acara akad nikah Zahra perhatikan selalu mengusap airmata, mungkin terharu pikir Zahra. Usai akad nikah, para undangan keluar dari ruang tamu tempat acara akad dan yang lain mulai sibuk mempersiapkan acara walimatul ursy. Namun Zahra masih memperhatikan akhwat itu tetap duduk disudut ruangan dengan mata yang sembab. Zahra tidak mengenal akhwat itu, Zahra khawatir kalo2 akhwat itu sedang tidak enak badan, maka Zahra pun menghampirinya utk berbasa basi.

“assalamu’alaikum Ukhti…., anti sakit kah?”, Tanya Zahra.
Akhwat itupun membalas dengan ramah, “wa’alaikumsalam….eh nggak kok, terimakasih Ukh…”
Tapi Zahra masih melihat airmata itu ga berhenti keluar dari mata itu. Zahra mengajaknya berkenalan. Namun Zahra sangat terkejut karena tiba2 akhwat tsb semakin terisak. Zahra bingung, dan krn khawatir menarik perhatian yang lain, Zahra membawanya kesebuah kamar yang kosong. Sepertinya ada sesuatu nih, pikir Zahra.

Dikamar itu, dia semakin terisak isak dan mengalirnya cerita tentang siapa dirinya dan kenapa dia menangis spt itu.
Namanya Rista, dia adalah teman dari mempelai ikhwan sejak mereka masih SMU, dan mereka sempat pacaran 3 tahun selama SMU (itu sebelum mereka berdua hijrah menjadi ikhwan/akhwat). di awal2 kuliah (kuliah beda kota), mereka sedang berproses utk menjadi seorang muslim yang berkomitmen menjadikan diri mereka sebagai salah satu penyokong barisan dakwah.

Otomatis, akhirnya keduanya melepas ikatan yang tidak suci itu. Kala itu Aziz sempat menyatakan bahwa jika nanti tiba saatnya dia memiliki kesiapan utk menggenapkan separuh dinnya, dan jika Rista belum dipinang orang lain, dia pasti akan mendatangi Rista sebagai orang yang telah siap menjadi imam dalam keluarga. dan ternyata itu memberikan harapan yang luar biasa pada Rista. Setelah itu mereka nyaris tidak ada komunikasi sama sekali. Mereka tenggelam dalam kesibukan berdakwah & meng-ishlah diri.

Sampai beberapa hari sebelum saat ini, beberapa bulan setelah mereka wisuda, tedengar kabar bahwa Aziz akan melangsungkan walimah. Rista sangat tersentak dengan kabar itu. Dia tidak diundang sama sekali, padahal Aziz tidak mungkin lupa alamat rumah Rista. Rista berusaha keras mencari tau dimana alamat tempat acara walimahan itu. Dan disinilah Rista hari ini. Menatap si pemberi janji yang ternyata tidak menepati janjinya. Merelakan seseorang di masa lalunya yang menghancurkan harapannya yang dia simpan selama ini. Dan menyesali dirinya yang ternyata bodoh & lugu, masih percaya pada manusia yang alpa, yang tidak mustahil melupakan janjinya. Memang hanya janji Allah yang benar2 pasti.

Nah Lo, terus kalo udah kayak gitu musti gimana??

Sebaiknya nih, saran aja, kalau udah ketahuan kayak gitu lebih baik kita laporkan saja ke MR mereka. Bukan Biar nyaho, tapi biar mereka bisa lebih aman (lho,, kok lebih aman??) biar diproses sekalian maksudnya. Jadi tidak perlu setengah2 bikin maksiat seperti ini.. Selain itu, bagi yang tau, sebaiknya terus menasehati keduanya agar tidak terlalu “kebablasan” dalam menjalin hubungan.

Bagaimana kalo kita sendiri yang mengalaminya??

Hanya ada dua pilihan, kalau siap nikah lapor ke MR dan minta dinikahkan, kalau tidak? Buang jauh jauh semua perasaan yang ada dengan perbanyak puasa sunnah.

“Menikah adalah sunnahku. Siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, ia bukan termasuk ummatku. Menikahlah karena aku akan senang atas jumlah besar kalian di hadapan umat-umat lain. Siapa yang telah memiliki kesanggupan, menikahlah. Jika tidak,berpuasalah karena puasa itu bisa menjadi kendali” (Riwayat Ibn Majah, lihat: Kasyf al-Khafa, II/324, no. hadis: 2833).

Nah,pesan saya untuk saya sendiri dan orang lain dan pembaca blog ini,

Jagalah hati jangan kau nodai

Jagalah hati Lentera Hidup ini,,

Bismillah, semoga kita jauh dari umat yang gemar bermaksiat

Nb : Artikel “Akhwat yang Menangis di Walimahan” copas dari http://onde.blogsome.com/2006/06/08/akhwat-yang-menangis-di-walimahan/

 

6 Responses to “Hati-Hati Pacaran ala Ikhwan Akhwat berkedok “KOMITMEN’”

  1. anung Says:

    nah itulah buah dari ikhtilat dan seharusnya juga jangan terlalu tergantung dengan janji-janji, kalo satu bulan,2, 3 bulan sih wajar tapi kalau sampe bertahun2? siapa yang menjamin hati manusia gak berubah..ikhwan juga manusia kan?barakallahu fiik ya ukhti tulisan yang bagus dan mendidik

  2. siapa aja Says:

    iya tapi kalau sudah masuk kelingkaranya susah kluarnya

  3. to siapa saja makannya kan di tulisan itu sy berpesan bahwa kalo udah nyrempet2 hrs hati2 segera jaga jarak, susah sih susah justru disitu jihadnya, kalo uda tau salah diterusin itu yg bahaya numpuk dosa jadinya,,wallahua’lam bishowab,,

  4. mie Says:

    afwan ane boleh copy,
    hhhm,
    ane baru jadi seorang akhwat, n kebetulan yg ngajarin ana malah pacaran,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s