Catatnseorangukhty's Blog

Just another WordPress.com weblog

Keistiqomahan Itu Mahal Desember 3, 2010

Filed under: Curhat — catatanseorangukhty @ 2:38 am

Dan sungguh keistiqimahan itu sangat mahal

Sebagai mahasiswa angkatan tua di sebuah universitas ternama di pulau Jawa, sudah menjadi kewajiban bagi kami, untuk menjalankan KKN atau kuliah kerja nyata, yang kadang diplesetkan oleh beberapa rekan dengan Kisah Kisah Nyesek bagi mahasiswa yang merasa KKN itu sesuatu yang sangat menyebalkan, ada lagi bagi mahasiswa yang punya niatan lain di tempat KKN, karena pada hakikatnya di tempat KKN banyak mahasiswa yang mencari tambatan hatinya KKN bias berarti Kisah Kasih Nyata,, lucu memang,, namun hal itu berbeda lagi bagi para ikhwah yang dengan KKN dijadikan sebaagai sarana dakwah, selain sebagai ladang amal, KKN adalah sarana ujian,, ujian apa? Tentunya adalah ujian keistiqomhan, ujian kesabaran, dan ujian penjagaan hati.

Bagaimana tidak? Saat – saat KKN ini adalah saat dimana laki-laki dan perempuan hidup dan tinggal selama kurang lebih satu sampai dua bulan dalam satu rumah, beriniteraksi dari pagi hingga malam, dari bangun tidur sampai mau tidur lagui dalam satu rumah, dan disitulah ujian penjagaan hati kita, belum lagi ketika nanti dalam candaan dan keeksluisifan para ikhwah, itu juga akan dijadikan ujian keistiqomahan diri, dalam ibadah tentu amat besar pula ujiannya apalgi ketika dihadapkan dengan teman kerja yang malas sekali beribadah sehingga membuat teman-teman sekitar pun malas beribadah.

Dan benar saja, hamper semua itu saya alami disaat saya KKN ini. Baru di awal perjalanan saja ujian kesabaran sudah harus dijalani, bagaimana tidak? Kebetulan saya ditempatkan di sebuah desa yang jauh dari peradaban, masuk ke dalam dengan jalanan yang sulit ditempuh, bahkan ada sebuah lelucon saat kami menempuh jalan tersebut, teman2 menyebutnya sebagai tempat disko gratis, soalnya jalannya membuat kita bergoyang naik turun karena aspalnya adalah batu kerikil. Tidak hanya tempatnya yang jauh dari peradaban, tapi juga masyarakatnya yang terkesan pelit. Hehe, bukan mau menjastifikasi di awal tapi semua terkesan begitu, jatah makan sehari kita kasih 150 ribu untuk 12 orang, yang disajikan hanya seharga 50 ribu sehari, apa nda pelit? Selain itu setiap kali ingin membuat agenda, harus kami yang menbiayai,,sungguh perlu banyak stok sabar untuk menghadapinya.

Ujian Keistiqomahan, ini yang paling penting untuk diselesaikan dengan baik dan lulus dengan nilai sempurna, kalau sampai gagal, tidak hanya nama diri sendiri yang rusak tapi juga nama semua ikhwah. Dan itu yang menjadi tantangan terbesar dalam perjalanan KKN selama ini, ada sebuah cerita dari seorang teman mengenai hal ini. Teman saya tinggal dalam sebuah rumah tinggal yang biasa kami sebut dengan homestay, dan biasanya dalam KKN homestay mahasiswa laki-laki dan perempuan digabungkan atau tinggal dalam satu rumah, kalau sedang beruntung sebenarnya bisa saja tinggal di tempat yang  berbeda, namun hal itu jarang sekali terjadi. Dan keistiqomahan yang sering sekali terbengkalai, terutama keistiqomahan dalam hak beribadah, dan berperilaku. Di tempat teman saya itu, terdiri dari 8 perempuan dan 4 orang laki-laki, dan hampir ke delapan perempuannya ketika di lingkungan kampus mereka mengenakan kerudung, dan perubahan terjadi, di tempat KKN para perempuan itu melepaskan jilbabnya, padahal di dalam rumah tersebut ada 4 laki-laki dan si pemilik rumah yang juga bukan mahrom mereka, tidak hanya itu ketika tiba waktu shalat mereka yang semuanya muslim itu bahkan sering kali menunda waktu sholat, bahkan ada yang tidak melakukan sholat 5 waktu, na’udzubillah. Melihat lingkungan demikian, tentu harus ada benteng keistiqomahan dalam jiwa kita, sehingga tidak terseret dalam lingkungan yang amat sangat kurang kondusif seperti itu.

Ada sedikit cerita mengenai sebuah ujian keistiqomahan yang nyata-nyata terjadi di daerah tempat saya berKKN. Di tempat saya KKN kebetulan warganya sangat agamis, bahkan setiap hari masjid selalu ramai oleh orang yang mengaji, yang sering mereka sebut dengan dzibaan. Mengenai pemahaman agama pun, hampir semua pemuda dan pemudi di sana sudah faham agama, karena hampir setiap desa memiliki pondok pesantren dan Madrasah. Dan cerita pun di mulai saat kelompok KKN saya mengundang kawan2 karang taruna untuk mengerjakan program kami. Saat acara berlangsung, ada seorang pemuda yang sangat voka disana dan dianggap lumayan berpengaruh, tiba-tiba saja dia pamit untuk pulang. Satu demi satu kawan saya di salami, dan sampailah dia pada saya, dan sebelum dia mengulirkan tangannya saya sudah merapatkan tangan saya ke depan dada untuk menolak bersalaman dengan pemuda tersebut. Tanpa diduga akhirnya muncullah sebuah perkataan menyakitkan yang menyebutkan saya munafik lah, sok jual mahal lah, ini lah itu lah,, dan berimbas pada sikap pemuda karang taruna yang lain kepada saya. Sesaat sebenarnya saya ingin menangis saat itu, seandainya saya tidak tahan dengan tingkah pemuda tersebut, mungkin saya sudah mengulurkan tangan saya untuk bersalaman dengan nya. Itulah harga keistiqomahan yang sangat mahal harganya. Dan perlu dipahami bahwa banyak masyarakat kita yang tidak faham essensi dari apa yang selama ini kita pertahankan

Ujian yang selanjutnya adalah ujian penjagaan hati. Hmm,, ada yang bilang KKN adalah sarana pencari jodoh. Karena sudah banyak kejadian terjadi bahwa setelah KKN banyak cinta baru bermunculan, bahkan salah satu dosen saya mendapatkan istri dari tempat KKN. Menjaga hati, sesuatu yang mudah dilakukan tetapi sangat sulit dilaksanakan, apalagi mengingat seringnya berinteraksi antara laki-laki dan perempuan dala satu rumah, bahkan sering curhat bareng atau melakukan aktivitas bersama, kalau tidak pandai menjaga hati, bisa jadi penyakit yang timbul dari Virus Merah Jambu perlahan akan menggerogoti hati kita.

Alhamdulillah, KKN pun berlalu, banyak kenangan manis, ukhuwah dan dakwah yang menyisakan kerinduan. Banyak perubahan yang terjadi, dan semoga perubahan itu senantiasa membawa kebaikan dan tetap pada jalan Allah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s