Catatnseorangukhty's Blog

Just another WordPress.com weblog

Persiapan dalam Pernikahan Mei 7, 2012

Filed under: Munakahat — catatanseorangukhty @ 9:32 am

Allah menyukai keteraturan, dalam segala hal. Karena itu lah, hidup manusia juga harus penuh dengan keteraturan. Untuk mewujudkan hidup yang teratur tentunya sangat dibutuhkan adanya perancanaan yang matang. Merancanakan hidup dimulai dengan merancang targetan hidup, dengan detil dan jelas, kemudian di deferensiasi menjadi sebuah targetan tahunan, bulanan dan akhirnya harian. Alangkah kompleksnya membuat sebuah rancangan hidup, tentang cita-cita, pekerjaan bahkan tentang pernikahan.

Untuk ulasan kali ini saya akan sedikit menguls mengenai perencanaan pernikahan. Menurut saya, pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Kenapa? karena pernikahan merupakan pintu gerbang seseorang untuk membuat dunia baru dalam sebuah keluarga yang akan dibangunnya, untuk membuat sebuah peradaban baru. Hal itulah yang mengakibatkan perencanaan dalam pernikahan amat sangatlah penting. Bagi saya, merencanakan pernikahan bukan hanya merencanakan aqad dan walimatul ‘ursy , melainkan jauh lebih  dari itu. Karena perencanaan pernikahan adalah dimulai dari persiapan diri sendiri, persiapan keluarga, persiapan finansial dan persiapan bersama calon pendamping akan sebuah visi misi dan goal setting sebuah keluarga itu dibuat.

Memang kelihatannya sangat rumit, tapi ya begitulah kiranya, ketika kita mengingnkan terjadinya sebuah peradaban yang madani. Ibarat kata orang bijak, segala sesuatu yang dipersiapkan saja masih sering jauh dari harapan apalagi seuatu yang tidak di rencanakan. Terlebih ini mengenai kehidupan, dan keberlangsungan generasi kita selanjutnya. Ingin dibuat biasa sajakah generasi kita mendatang? atau ingin menjadi luar biasa? hal itu salah satunya dipengaruhi oleh perencanaan pernikahan yang kita buat.

1. Persiapan Diri Sendiri 

Persiapanm diri sendiri yang dimaksud disini adalah dengan mempersiapkan kapasitas diri untuk menikah. Menikah itu bukan hanya menjalani bhidup dengan orang lain tidak hanya satu atau dua minggu saja, melainkan selamanya. Sehingga perlu danya perbaikan diri terus menerus. Masih ingat ketika dalam sebuah Ayat di jelaskan bahwa ” Orang yang baik adalah untuk orang yang baik, dan orang yang buruk adalah untuk orang yang buruk pula. (QS. Annur : 26 ) berdasarkan ayat diatas sudah jelas barang siapa yang menginginkan mendapatkan pasangan yang baik tentunya dia harus menjadi lebih baik lagi, karena itulah sebelum jodoh datang maka perbaikilah dirimu secara terus menerus, baik dalam hal keilmuan, ibadah maupun amalan-amalan sehari-hari kita.

Selain memperbaiki diri, tentunya persiapan kita haruslah juga dengan peningkatan keilmuan. Mengapa karena orang tidak akan bisa lebih baik lagi tanpa memiliki ilmu yang lebih banyak. Terlebih lagi dalam kehidupan berumah tangga, seperti ilmu mendidik anak, bagaimana menjadi suami/istri yang baik, bagaimana mengelola keuangan, atau mungkin bagi para perempuan yang belum bisa memasak, perlu membiasakan diri di dapur untuk memasak, kandungan gizi seimbang bagi keluarga dan sebagainya yang kesemuanya itu tentu akan terlaksana secara maksimal jika kita memiliki ilmunya.

Persiapan ma’isyah dan persapan materi untuk keluarga bagi laki-laki. Hal ini sangatlah penting. Karena di jaman yang serba materialistis sekarang hampir setiap orang tua pasti akan menyerahkan anak gadisnya untuk disunting oleh laki-laki yang sudah berpenghasilan layak, paling tidak bisa menghidupi anak gadisnya dan cucunya kelak.

Persiapan mental untuk laki-laki dan perempuan. Jika perbaikan diri, peningkatan ilmu, ma’isyah dan persiapan materi sudah dipenuhi maka yang pungkasan diantara semuanya adalah persiapan memtal. Karena pernikahan bukanlah apa yang seperti digambarkan dalam cerita-cerita dongeng putri dan pangeran, melainkan pernikahan jauh lebih kompleks dari itu. Kesiapan mental untuk bisa saling memahami, menurunkan ego masing-masing, menghadapi permasalahan dan harus berdua dalam penyelesaiannya, harus sangat matang. Karena menurut penelitian, bahwa tidak sedikit pernikahan itu kandas di usia-uisia muda perkawinan yaitu sekitar 5 tahun pertama, karena di masa-masa inilah pribadi ini sedang melakukan adptasi sifat, kebiasaan dan kerjasama antara pasangan. Jika mental tidak dipersiapkan dari awal, maka belum tentu seseorang akan siap mental menghadapi permasalahan – permasalahan yang kompleks dalam pernikahan.

Yang terpenting diantara semua persiapan diri adalah persiapan rukhiyah. Banyak memohon kepada Allah agar dipertemukan jodoh yang baik, yang bisa membawa kita selalu dekat dengan Nya, selalu bisa berguna bagi orang lain dan bisa di ajak berjuang untuk mencegah kemungkaran dan mengajak kepada kebaikan

2. Persiapan Keluarga

Persiapan keluarga yang saya maksudkan disini adalah persiapan dengan adanya pengkomunikasian dengan orang tua. Hal ini penting, ini terkait dengan seperti apa pernikahan yang kita inginkan, seperti apa kriteria calon yang kita harapkan dan metode apa yang akan kita gunakan dalam memilih pasngan (red : pacaran, ta’aruf, minta di jodohka, mencari sendiri dan sebagainya).

Jika hal-hal tersebut sudah dikomunikasikan dari awal dengan pihak keluarga, terutama orang tua, maka hal-hal yang terkait dengan ketidak setujuan orang tua dengan apa yang kita inginkan akan terkurangi. Karena terlebih dahulu dari jauh-jauh hari kita telah membuat kesepakatan dengan orang tua tentang kehidupan pernikahan yang akan kita jalani. Apa yang diinginkan orang tua, apa yang kita inginkan bisa kita share dan kita combine. Dan tidak akan ada lagi cerita tentang tidak adanya restu orang tua atau kekecewaan orang tua dengan jalan yang kita ambil dalam pernikahan kita

3. Persiapan Visi dan Misi Pernikahan

Nah, ini yang paling penting membuat Visi dan Misi pernikahan. Kenapa harus? hal ini sudah saya sampaikan di awal bahwa untuk membuat sebuah keluarga yang baru dengan pernikahan yang ideal tentu kita harus membuat perencanaan mau dibawa kemana keluarga yang akan dibangun. Ingin di create seperti apa anak-anak kita nantinya. Itu harus di fikirkan. Dan paling tidak harus dimiliki oleh masing – masing individu baik itu laki-laki maupun perempuan. Agar nanti bisa di share ke calon masing-masing sehingga akan terwujud visi dan misi saling melengkapi satu sama lain

Selain itu, visi dan misi ini juga bisa di jadikan parameter dan kriteria calon sepertii apa yang kita inginkan. Paling tidak, calon yang kita inginkan itu nantinya adalah sosok yang bisa menjadikan visi kita terlaksana dengan kehadirannya.

4. Persiapan Materi dan Finansial

Bagi laki-laki persiapan finansial ini tentunya wajib. Namun saya tidak sepakat jika yang mempersiapkan finansial hanyalah laki-laki. Wanita juga sebaiknya mempersiapkan hal ini. Mengapa? karena biasanya di tahap awal pernikahan adalah adanya sebuah perintisan dan ibarat bayi maka dia sedang belajar berjalan atau pada posisi merangkak. Karena itulah saling sokong menyokong antara pihak laki-laki dan perempuan terkait dengan persiapan materi dan finansial tentunya akan menjadikan proses merangkak atau belajar berdiri ini semakin cepat. Dan justru biasanya proses-proses inilah yang akan meningkatkan keharmonisan dan keutuhan sebuah pernikahan. Karena akan timbul perasaan kerjasama antara keduanya

5. Proses pencarian pasangan

Alangkah indahnya bila proses pencarian pasangan ini berdasarkan dengan syari’at islam. Cukup ta’aruf dan no pacaran. Karena, saya pernah mendengar dari ustad Salim A Fillah dalam sebuah ceramah beliau, bahwasanya anak itu ternyata di bentuk sejak awal bertemunya sang ayah dan sang ibu atau bisa di sebut dengan saat perkenalan. Jika perkenalan antara kedua orang tuanya baik, maka baiklah anak tersebut dan sebaliknya. Sehingga tarbiyah anak itu tidak hanya di awali saat dalam kandungan saja, melainkan saat proses pembuatannya juga, dalam hal ini proses ta’aruf.

Seperti dalam ulasan saya di atas, untuk menentukan pasangan hidup ini Rasulullah sudah bersabda bahwa yang menjadi pilihan utama dalam pencrian pasangan adalah agamanya. Baru setelah itu yang lainnya. Kalau saya pribadi yang menjadi penentu yang ke dua adalah visi hidupnya, sejalankah dengan kita? bisakah orang tersebut menjadi penyokong visi hidup kita atau tidak.

Dalam pencarian pasangan ini perlu saya tekankan adalah benar-benar terjadinya tukar menukar pandangan mengenai visi hidup. Dan akan lebih baik jika pemyampaian share itu haruslah secara rigid. Mulai dari akan tinggal dimana, bagaimana dengan istri yang bekerja, akan merencanakan anak seperti apa? Pendidikan anak seperti apa dan lain sebagainya.

6. Proses Perencanaan Aqad dan Walimah

Untuk proses ini juga perlu di rencanakan dengan baik, terutama dengan pihak keluarga masing-masing. kenapa? karena tidak menutup kemungkinan gagalnya sebuah proses awal pernikahan adalah tidak adanya mufakat antara keluarga calon mempeleai. Karena itulah perlunya persiapan penyampaian dan komunikasi dengan orang tua yang tidak hanya di saat akan menikah tetapi lebih baik jauh- jauh hari, agar tidak terjadi perbedaan pendapat terlalu banyak

Mungkin itu sekilas tentang Perencanaan pernikahan. Dari berbagai sumber dan dari berbagai pengalaman, jika dirasa masih kurang silahklan di share,,

Wallahu a’lam bishowab

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s